Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan



Oleh Ust Uwais Abdullah, LC
(Relawan dakwah MADINA untuk Bencana Alam di Palu Sulawesi Tengah periode November - Desember 2018)

Ada kalanya, keadaan manusia harus diubah oleh Allah terlebih dahulu agar manusia itu sadar betapa banyak nikmat yang dia dapat.

Ada kalanya orang baru sadar betapa besar nikmat mata setelah matanya menjadi buta.

Ada kalanya orang baru sadar betapa besar nikmat kedua kaki setelah kakinya menjadi buntung.

Pun demikian dengan kota Palu. Siapa yang mengira bahwa kota Palu yang dulu indah kemudian porak-poranda dalam seketika.

Beberapa orang Palu yang dulunya kaya kemudian jadi miskin menjadi pengemis setelah mengalami bencana alam.

Allah ingin mengubah kota Palu, apakah kemudian masyarakatnya berubah menjadi lebih baik atau tidak.

Allah mengubah keadaan makhluk melalui ujian itu ada tiga skenario:

1. Allah ingin tahu apakah manusia itu benar-benar beriman atau tidak

Allah berfirman:

{أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ} [العنكبوت : 2]

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

{وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ} [العنكبوت : 3]

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. [QS Al-Ankabut: 2-3].

Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya, [HR Muslim].

2. Allah ingin mengajarkan bahwa tidak ada yang bisa menjamin kebahagiaan, keselamatan, dan lainnya kecuali Allah.

Buktinya ketika masyarakat diguncang bencana, mereka menyebut takbir, istighfar, dan zikir². Mereka tidak menyebut pohon yg mereka sembah, mereka tidak berteriak meminta pertolongan kepada laut yang mereka beri kurban.

Itulah makna dari doa:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” (Q.S al-An’ām: 162)


3. Dari ujian itu Allah tahu mana hamba²Nya yang lalai. Semoga dengan ada ujian itu mereka jadi ingat dari kelalaiannya, mau taubat.

Allah berfirman:

{فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [الأنعام : 43]

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan, [QS Al-An'am: 43].

Di Palu, ada yang bertaubat pasca bencana. Masjid-masjid penuh ketika salat Jumat. Tetapi ada pula yang tiga hari setelah bencana lalu kembali bermaksiat seperti sabung ayam, dll.

Awalnya Palu itu diguncang gempa. Lalu air laut surut dan terjadilah tsunami.

Daerah yang paling parah adalah Pantai Talise. Sepanjang Pantai Talise ini banyak pelacuran.

Daerah yang mengalami likuifasi ada lima daerah, dan yang paling parah adalah Petobo.

Kondisi tanah di Petobo seperti diblender. Terjadi pusaran dan satu per satu manusia masuk ke blender itu.

Menurut kesaksian warga yang selamat, ada 6000 manusia yg terkubur di dalamnya.

Dari sini kita bisa memahami tafsir ayat Al-Quran tentang tenggelamnya Qarun dan harta-hartanya.

{فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنتَصِرِينَ} [القصص : 81]

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya), [QS Al-Qashash: 81].

Inilah, manusia itu seperti orang yang tidur. Dia lupa dengan kehidupan akhirat. Maka benar firman Allah:

{أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ} [التكاثر : 1]

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

{حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ} [التكاثر : 2]

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Maka kita yang masih diberi banyak kenikmatan ini, hendaknya kita gunakan dalam ketaatan. Jangan sampai sibuk bekerja mencari dunia lalu melalaikan kita dari beribadah kepada Allah.

Karangasem, 29 Desember 2018





Nguter, el-taqwa.com – Sebanyak 90 santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) At-Taqwa Sukoharjo antusias mengikuti Musabaqah Hifzhul Quran (MHQ) yang digelar internal untuk civitas akademika PPTQ At-Taqwa pada 25 April 2018 Rabu kemarin.

Panitia mengaku kaget dengan banyaknya santri PPTQ At-Taqwa yang mengikuti MHQ tahun ini. Padahal hadiah yang ditawarkan pun tidaklah besar.

“Untuk putra sebanyak 50 orang, sedang putri sebanyak 40 orang,” ujar Ust Azzam Sidq selaku Kabag Tahfizh dan ketua panitia MHQ tahun ini.

Ust Masyhur Al-Hafizh, yang bertindak sebagai juri untuk kategori 10 Juz mengatakan:

“Musabaqah Hifzul Quran adalah sebuah event yang akan menjadi sebuah momen berharga yang dapat diambil banyak pelajarannya oleh para santri agar mereka lebih menguatkan kembali hafalan mereka dan menyiapkan mental mereka.”

Di MHQ tahun ini, ada tiga kategori lomba, yaitu kategori 10 juz, 5 juz, dan 2 juz.

Berikut adalah daftar pemenang MHQ PPTQ At-Taqwa 2018 dari Unit Pondok Putra:

Kategori 10 Juz:
1. Irfa’i Bachtiar (Kelas 4) asal Kartosuro-Sukoharjo (110 poin)
2. Abdurrahman Al-Ghazy (2) asal Polokarto-Sukoharjo (104 poin)
3. Amirul Adlan (2) asal Polokarto-Sukoharjo (101 poin)
 
Kategori 5 Juz:
1. Syahid Nur Ramadan (2) asal Nguter-Sukoharjo (89.5 poin)
2. Hamzah Mubarak (2) asal Bulu-Sukoharjo (88.5 poin), dan
3. M. Bahaus Surur (2) asal Mojokerto (88.5 poin).

Kategori 2 Juz:
1. Amar Abdillah (1) asal Bulu-Sukoharjo (74 poin)
2. M. Faris Nasirudin (1) asal Telukan-Sukoharjo (72 poin), dan
3. Ahmad Rifaiz (1) asal Bekasi (72 poin).

Berikut adalah daftar pemenang MHQ PPTQ At-Taqwa 2018 dari Unit Pondok Putri:
Kategori 10 Juz:
1. Ainul Mardhiyah (2) asal Wonogiri (74 poin)
2. Fida Faizatul (3) asal Gunung Kidul (71 poin)
3. Hisan Husnayain (3) asal Tasikmalaya (69 poin)


Kategori 5 Juz:
1. Zulfa (2) asal Polokarto-Sukoharjo (70 poin)
2. Sofiyah (1) asal Gunung Kidul (69.5 poin)
3. Saudah (3) asal Nguter-Sukoharjo (69 poin)


Kategori 2 Juz:
1. Istiqomah Chintya (1) asal Sukoharjo (75 poin)
2. Hasna Fadhiyah (1) asal Nguter-Sukoharjo (71.5 poin)
3. Muna Rofiatus S (1) asal Bulu-Sukoharjo (71 poin)


Semoga Allah memudahkan segenap keluarga besar PPTQ At-Taqwa untuk menghafal Quran dan mengamalkannya. Aamiin



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Berita duka datang di hari Senin (2 Oktober 2017) pukul 21.00 WIB.

Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) At-Taqwa Sukoharjo kehilangan salah satu anggota keluarga besarnya, Ust Ahmadi semoga Allah merahmati beliau, ayah dari Ananda Zulfa Nur Al-Jannah (santriwati PPTQ At-Taqwa kelas 2) asal Desa Mranggen, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo-Jawa Tengah.

Ayah dari ananda Zulfa ini meninggal dunia setelah mendapat kecelakaan di daerah Jawa, Karanganyar-Jawa Tengah selepas Salat Isya.

Menurut penuturan kerabat, beliau masih sempat mengisi kajian Bakda Salat Magrib di masjid sekitar kediamannya, juga sempat berbincang selepas Salat Isya bahwa beliau hendak mengisi kajian di Karanganyar Kota.

Qadarullah, beliau tertimpa pohon yang tumbang di dekat Pom Bensin Jaten di tengah perjalanan menuju tempat taklim.

Semoga Allah menerima amal beliau dan melapangkan kuburnya.

Semoga Allah memberi ketabahan kepada keluarganya, lebih-lebih kepada Ananda Zulfa, yang kini menjadi yatim.

إِنَّ ِللهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلَّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.

“Sesungguhnya adalah hak Allah untuk mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah (dengan sebab musibah itu),” [HR An-Nasai: 1868. Al-Albani: Sahih]
~~~~~~~~~~
Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo

▶https://t.me/pptqattaqwa
▶http://www.el-taqwa.com
~~~~~~~~~~



Nguter, El-Taqwa.com- Segala puji syukur hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala karena telah memberi kemudahan bagi panitia Idul Adha Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) At-Taqwa Sukoharjo untuk menunaikan amanat para mudhakhi (orang yang ber-udhiyah atau berkurban).

Di tahun 1438 H (2017 M) ini, PPTQ At-Taqwa dipercaya untuk menyembelih 1 sapi dan 9 kambing. Bertindak sebagai eksekutor penyembelihan sapi adalah Kiai (Pengasuh) PPTQ At-Taqwa, Ust Uwais Abdullah, Lc, sedang 9 kambing disembelih oleh Direktur PPTQ At-Taqwa, Ust Adib Burhani, Lc.

Jazaakumullah khairan katsiiran kepada para seluruh mudhakhi yang memercayakan hadyu (hewan kurban) mereka untuk disembelih di PPTQ At-Taqes Sukoharjo, antara lain:

Donatur udhiyah Sapi:
- Bp. Sutino
- Bp. Tarwanto
- Bp. Ristiawan
- Bp. Syamsi
- Bp. Yoga D
- Bp. Wahyu P
- Bp. Surya D

Donatur udhiyah kambing:
1. Abu Aisyah
2. Bp. Firman
3. Bp. Rosyid
4. Bp. Didit
5. Bp. Suhono
6. Bp. Sadimin
7. Bp. Hafid Zainal
8. Bp. Rudi
9. Hamba Allah

اللهم تقبل منهم

Ya Allah, terimalah udhiyah mereka.. Aamiin

Adapun daging udhiyah disalurkan kepada:

- 22 asatizah PPTQ At-Taqwa Sukoharjo

- 10 tetangga Pesantren

- 6 tetangga Pak Dapur yang membantu Pak Dapur mengolah seluruh daging agar bisa menjadi stok lauk warga Pesantren

- 180 santri PPPTQ At-Taqwa untuk stok lauk.

Kesuksesan PPTQ At-Taqwa dalam menunaikan amanat udhiyah para mudhakhi tahun ini tak luput dari dukungan banyak pihak, antara lain:

- para asatizah,

- santri putra kelas 3 & 4,

- warga sekitar, dan

- para wali santri yang turut mendukung program QURBAN BERSAMA PESANTREN TAHFIZH AT-TAQWA.

Jazaakumullah khairan katsiiran...























Sukoharjo, Tak kurang dari 50 orang warga desa Pengkol, Kec. Nguter-Sukoharjo berduyun-duyun mendatangi kompleks Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) At-Taqwa unit putri pada Sabtu 25 Maret 2017.

Warga yang sebagian besarnya adalah lansia dan beberapanya Balita ini antusias mendatangi PPTQ At-Taqwa Putri untuk mengikuti Pengobatan Gratis bertajuk "Sehat Desaku, Sehat Imanku, Khusyuk Ibadahku".

Acara yang digelar atas kerja sama Hilal Ahmar Solo, Yayasan Dana Sosial Umat Islam, dan PPTQ At-Taqwa ini menghadirkan dua dokter berpengalaman dan membagikan obat-obatan untuk warga Desa Pengkol secara gratis.



Turut mendukung acara kala itu adalah Pemerintah Desa Pengkol dan Yayasan Islam At-Taqwa Nguter.

Menempati bangunan baru Masjid Hafshah binti Umar, acara Pengobatan Gratis ini digelar salah satunya untuk mempererat hubungan Pesantren dengan Warga Desa Pengkol.

"Dengan begini semoga ikatan antara warga dengan pesantren semakin harmonis," ujar Ust Sukiyono, ketua Yayasan Islam At-Taqwa yang juga merupakan pejabat Desa Pengkol kepada El-Taqwa.Com.



Memberi Manfaat
Menanggapi acara Pengobatan Gratis tersebut, Pengasuh PPTQ At-Taqwa Sukoharjo, Ust Uwais Abdullah, Lc., mengatakan bahwa inilah ikhtiar memberi manfaat kepada sesama manusia.

Mengutip sabda Rasulullah, "Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada sesama manusia," Ust Uwais mewanti-wanti dua hal:

"Memberi manfaat hendaknya tidak menghalalkan segala cara, tetapi harus sesuai dengan kaidah syar'i, dan kedua, hendaknya menetapi sunah-sunah kauniyah."



Agenda Rutin
Menurut ketua Panitia, Ust Adib Burhani, Lc., acara semisal ini in sya Allah akan digelar secara rutin ke depannya.

"Itu di backdrop sengaja tidak kami masukkan tanggal acara hari ini agar backdrop itu bisa dipakai lagi ke depannya, tadz. Jadi in sya Allah acara ini akan digelar secara rutin sebagai pengamalan dari sabda Rasulullah yang disampaikan Ust Uwais tadi," ujar Ust Adib yang juga merupakan Direktur PPTQ At-Taqwa Sukoharjo.



Sukoharjo, el-taqwa.com - Tak kurang dari ratusan rumah di Kabupaten Sukoharjo pada Senin 28 November 2016 dilanda banjir yang cukup parah.

Sebagai wujud pengamalan sunah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Barang siapa tidak menyayangi maka tidak disayangi," Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo mengirim kontingen untuk membersihkan rumah-rumah warga korban banjir Sukoharjo 2016.


Total dua rumah berhasil dibersihkan oleh kontingen PPTQ At-Taqwa Peduli Banjir Sukoharjo 2016, yaitu rumah Ust Hasan (imam masjid di Desa Pranan, Grogol Sukoharjo) dan rumah Ust Aswad (imam masjid Istiqamah, Desa Pandean, Grogol Sukoharjo).

Tim PPTQ At-Taqwa Peduli Banjir Sukoharjo 2016 terdiri atas enam staf pengajar, termasuk Kiai PPTQ At-Taqwa langsung yaitu Ust Uwais Abdullah, beserta sembilan santri kelas akhir.


__"Sudah selayaknya kita membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah banjir, karena Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa tidak menyayangi, mala tidak disayangi,"_ (HR Muslim)," ujar Ust Uwais Abdullah.

"Hari ini Allah memberi pertolongan kepada korban banjir melalui santri-santri dan asatizah ini, dan bisa saja kelak ketika kita ditimpa musibah, Allah akan memberi pertolongan melalui mereka,"__ imbuhnya.


Sukoharjo, El-Taqwa.Com- Setelah sukses menggelar Idul Adha 1437 H dengan menyembelih satu sapi dan enam kambing di tanggal 10 dan 11 Zulhijjah 1437 H, santri-santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) At-Taqwa menggelar hajatan baru di tanggal 12 Zulhijjah 1437 H.

Dalam rangka mengisi hari-hari tasyriq dengan beragam amal saleh, PPTQ At-Taqwa Sukoharjo, khususnya Bagian Tahfizh, menggelar Musabaqah Hifzhul Quran-MHQ (lomba hafalan quran) pada hari Rabu tanggal 14 September 2016.

Diselenggarakan serempak di dua tempat yang berbeda, unit putra dan unit putri, MHQ 1437 H menggelar dua kategori lomba, yakni kategori 2 Juz dan 5 Juz, dengan total peserta sebanyak 14 santri putra dan 17 santri putri.

Ust Adib Burhani, Lc, selaku Direktur PPTQ At-Taqwa dalam sambutannya, menyampaikan bahwa menghafal Quran adalah perkara yang penting, bahkan disebutkan bahwa Imam An-Nawawi tidak bersedia mengajarkan hadis kepada murid-murid beliau yang belum tuntas menghafal Al-Quran.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa para salaf yang saleh pun memiliki kebiasaan untuk berlomba-lomba dalam menghafal Al-Quran.

“Hanya saja yang perlu diingat, dulu para salaf bukan hanya berlomba-lomba dalam menghafal Al-Quran, tetapi mereka juga berlomba-lomba dalam mengamalkannya,” lanjutnya.

“Oleh karena itu perlu saya tegaskan di sini bahwa lomba ini ada kelanjutannya, yaitu bagaimana kita mengamalkan Al-Quran, sembari kita berusaha menghafalkannya dan hari ini melombakannya.”


Muncul sebagai juara kategori 2 juz putra adalah ananda Haidar, Fardan, dan Abdurrahman Al-Ghozi, sedang untuk kategori 5 juz, juara pertama jatuh kepada ananda Syahid Abdullah, diikuti oleh ananda Arfan di peringkat kedua dan ananda Zahid Abdullah di peringkat ketiga.

Untuk kelas putri, juara pertama hingga ketiga kategori 2 Juz Putri jatuh kepada ananda Siti Hajar, Zulfa Nur Al-Jannah, dan Arini Dina Hanifah; sedang untuk kategori 5 Juz Putri, juara pertama dipegang oleh Fida’ Faizatul Ulya, diikuti ananda Hisan Husnayain sebagai juara kedua dan ananda Zainab Zuhdiyah sebagai juara ketiga.





Musabaqah Hifzhul Quran PPTQ At-Taqwa 1437 H ditutup dengan tausiyah singkat dari pengasuh PPTQ At-Taqwa Sukoharjo, Ust Uwais Abdullah, Lc. Di awal-awal tausiyahnya, Ust Uwais menyampaikan sabda Nabi ﷺ:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ

“Yang menjadi imam dari suatu kaum adalah orang yang paling banyak hafalannya terhadap Kitab Allah (Al Qur’an),” (HR Muslim).

“Hari ini, banyak orang-orang yang paham ilmu syar’i tetapi belum tuntas menghafal Al-Quran. Oleh karena itu, jadilah kalian ini nanti orang yang bukan hanya paham terhadap ilmu-ilmu syar’i, tetapi juga menjadi pengemban Al-Quran,” ujar beliau.

“Pengemban di sini bukan hanya sekedar menghafal tentunya, tetapi mengamalkannya, sehingga terwujud di dalam tindak tanduk kita. Itulah kenapa PPTQ At-Taqwa memiliki visi, ‘Mencetak Hafiz dan Hafizah yang berakhlak salaf dan mampu berbahasa Arab.’”

“Kalau kalian hari ini belajar di Pondok Pesantren At-Taqwa agar bisa mahir di dalam ilmu komputer, atau agar bisa menjadi dokter, bukan di sini tempatnya, karena di sini kita ingin ‘Mencetak hafiz dan hafizah yang berakhlak salaf dan mampu berbahasa Arab.”


Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Wa lilaahil hamd...

Suara gema takbir menggemuruh di malam 10 Zulhijjah 1437 H di seantero dunia, termasuk di Masjid Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) At-Taqwa Sukoharjo.

Malam itu selepas salat Isya, sebuah truk tiba-tiba memasuki kompleks PPTQ At-Taqwa membawa seekor sapi udhiyah (hewan kurban). Pengemudi truk, kepada ustadz di PPTQ At-Taqwa, mengatakan bahwa sapi tersebut adalah udhiyah dari keluarga Bapak Didit yang berdomisili di Solo.

"Alhamdulillah..." Sontak para santri berujar pelan, ada pula yang berteriak kegirangan bahwa Idul Adha tahun ini ada daging sapi untuk dinikmati.

Kedatangan sapi udhiyah Bapak Didit ini menggenapi enam ekor kambing yang baru saja tiba di sore Hari Arafah 1437 H. Enam kambing tersebut merupakan udhiyah dari beberapa warga, ustadz, dan wali santri, seperti Ust Syafiq, Bp. Satiman, Bp. Yato, dan Bp. Firmansyah.


Hari yang dinanti akhirnya tiba juga. Pagi sebelum subuh para santri sudah mulai bersih-bersih diri, mandi dan berdandan untuk menghadiri Salat Iedul Adha bersama masyarakat Desa Pengkol.


Berjalan rapi dalam dua barisan, mereka menuju lapangan sepak bola Desa Pengkol dengan mengumandangkan gema takbir. Hadir di dalam Salat Iedul Adha kali itu adalah Ust Nashirudin Abdul Halim (pengasuh Ponpes Miftahul Huda Boyolali) sebagai khatib dan imam.


Selepas salat, dua kambing langsung disembelih oleh Ust Uwais Abdullah, Lc yang merupakan pengasuh PPTQ At-Taqwa Sukoharjo, satu kambing lainnya disembelih bersama masyarakat, sedang tiga lainnya disembelih pada tanggal 11 Zulhijjah 1437 H untuk haflah (pesta) para santri.

Semua ustadz dan santri tidak ada yang berleha-leha di hari itu. Apalagi ketika sapi udhiyah Bp. Didit itu akhirnya disembelih. Allahu Akbar.. Tampak santri yang kecil-kecil itu antusias merubuhkan sapi yang hendak disembelih.

"Bismillahi wallahu akbar.. Allahumma hadza minka wa laka hadza an Didit. Allahumma taqabal min Didit wa aali Didit..." demikian ucap Ust Uwais ketika hendak menyembeli hewan kurban tersebut.

"Allahu Akbar...!" teriak para santri menyambut goresan pedang Ust Uwais Abdullah.

Tak lama setelah memastikan hewan udhiyah itu benar-benar telah mati, semua santri bekerja sama bahu membahu dengan para ustadz untuk menguliti, mencacah, dan membungkusi daging kurban tersebut.


Kalau bukan karena kuasa Allah, siapa yang mengira bahwa santri-santri kecil itu beserta para ustadz sanggup bekerja sampai menjelang magrib, lalu dilanjutkan dengan bersih-bersih kompleks selepas salat Isya.

Teringat firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللَّهَ رَمٰى ۚ وَلِيُبْلِىَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui," [QS. Al-Anfal: 17].


Bukan santri yang hebat, bukan pula ustadz yang kuat, tetapi Allah yang membuat mereka sanggup mengolah kambing-kambing dan sapi tersebut.

Allahu Akbar... Wa lilaahil hamd...

Alhamdulillah.. Seluruh daging udhiyah itu akan menjadi cadangan lauk pauk para santri selama beberapa pekan mendatang.

Seluruh santri merasa bahagia dengan "perbaikan gizi" dalam beberapa pekan ke depan. Semoga Allah menerima udhiyah para mudhokhi. Aamiin...

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ ۚ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik," [QS. Al-Hajj: 37]


Innalillahi wa innailaihi raaji'un..

Telah meninggal dunia Bp. Tukiman Rahimahullah pada Rabu, 20 Juli 2016 ketika beliau hendak mengumandangkan ikamah salat subuh.

Selain muazin dan muslim yang saleh, beliau adalah seorang tukang bangunan handal yang selalu menjadi andalan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) At-Taqwa Sukoharjo.

Menurut rencana, beliau beserta timnya akan memulai pembangunan PPTQ At-Taqwa Putri pada Senin 25 Juli 2016.

Menurut penuturan jamaah masjid, beliau meninggal dalam keadaan bersujud sebelum mengumandangkan ikamah salat subuh.

"Kematian pada saat berbuat baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa pendahuluan. Sudah pasti hal itu didahului dengan amal baik yang dia rintis selama hidupnya," demikian ujar Ust Uwais Abdullah, Lc, Kiai dan Pengasuh PPTQ At-Taqwa.

"Terbukti selama bermuamalah dengan PPTQ AT-TAQWA, beliau dikenal sebagai orang yang amanah dan semangat dalam bekerja," imbuhnya.

“Ya Allah, ampunilah PakbTukiman, berilah rahmat kepadanya, selamatkan dia, ampunilah dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan es. Bersihkan dia dari kesalahan-kesalahannya, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik daripada rumahnya, berilah keluarga (atau istri di syurga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya di dunia), dan masukkanlah dia ke syurga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka..." Aamiin

*Jenazah akan dikebumikan bakda zuhur. Yang ingin melakukan salat jenazah, silakan mengunjungi rumah duka di kompleks SDN Gupit 1, Nguter Sukoharjo.
==============
📖 #TadaburQuran Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo
▶️ Telegram: goo.gl/6C9vTa
▶️ Situs: www.el-taqwa.com
==============


Sukoharjo, el-taqwa.com, Di akhir bulan penuh berkah Ramadan 1437 H, seorang Hamba Allah asal Nguter, Sukoharjo menyerahkan sedekah tunai sebesar Rp8.000.000 untuk pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) At-Taqwa Putri Sukoharjo.

Kepada keluarga besar PPTQ At-Taqwa yang diwakili oleh Ust Uwais Abdullah, Lc (Pengasuh) dan Ust Sukiyono (Ketua Yayasan Islam At-Taqwa), saudagar pengusaha rumah makan ini mengaku senang dengan rencana pembangunan lembaga pendidikan Quran di kawasan Nguter.

Kepada PPTQ At-Taqwa beliau mengatakan bahwa keberadaan pondok pesantren ini sangat penting sehingga bisa menjadi benteng bagi masyarakat sekitar.

Pendapat beliau bukan tidak berdasar, mengingat kota kecil di selatan Sukoharjo ini telah menjadi pusat industri dengan berdirinya tiga pabrik yang masing-masing memiliki kapasitas pekerja mencapai ribuan orang.

"Semoga yang tidak banyak ini bisa ikut membantu kita dalam membentengi umat Islam di kawasan ini, ustaz. Apalagi sudah berdiri pabrik-pabrik yang sudah pasti memiliki pengaruh positif dan negatif."

Menerima sedekah tersebut, pengasuh PPTQ At-Taqwa, Ust Uwais Abdullah, mengatakan bahwa Allah tidak melihat pada besarnya sedekah, tetapi pada keikhlasannya.

"Selain itu, tidak ada yang bisa kami berikan kepada bapak dan keluarga selain 'Baarakallahulaka fii ahliika wa maliika'. Semoga Allah memberkati keluarga dan harta Bapak," ucapnya.

Laporan Donasi Terbaru
Dengan diterimanya sedekah dari Hamba Allah tersebut, total donasi yang terkumpul untuk Investasi Proyek Tahfizh Quran: Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an At-Taqwa Putri per 4 Juli 2016 telah mencapai angka: Rp31.641.777 rupiah.

Segenap civitas akademika PPTQ At-Taqwa Sukoharjo mengucapkan:

"Jazaakumullah khairan katsiira... Semoga Allah membalas para donatur dengan kebaikan yang sangat banyak..."

"Baarakallahu lakum fii ahliikum wa maliikum.. Semoga Allah memberkati keluarga dan harta para donatur tersebut."


Terima kasih atas doa dan donasi antum semua, karena dengan seizin Allah, kondisi kesehatan Ana Wulan Lestari berangsur membaik.

Meski demikian, Wulan masih belum bisa kembali menghafal Quran karena harus menjalani istirahat total sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Alhamdulillah, donasi dari antum semua senilai total:

Rp10.202.400
(per Kamis 28 Januari 2016 pukul 16.00 WIB)

Telah kami haturkan kepada keluarga Ana Wulan Lestari yang berlokasi di Gunung Brojo, Kec. Purwantoro, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah.

Dengan ini pula kami sampaikan bahwa tahap pertama program "#DonasiSantri Bantu Wulan Obati Ginjalnya" dicukupkan.

Donasi yang masuk setelah Kamis (28 Januari 2016) akan disusulkan setelah kontrol ketiga ananda Wulan pada hari Sabtu 30 Januari 2016.

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا 
"Semoga Allah membalas antum semua dengan kebaikan yang sangat banyak"

بارك الله لكم في اهلكم ومالكم

"Semoga Allah memberkati keluarga dan harta antum semua..."
========================
Daftar donasi yang masuk per Kamis 28 Januari 2016:

1. Hamba Allah: Rp300.150
2. Hamba Allah: Rp100.150
3. Hamba Allah: Rp200.150
4. Hamba Allah: Rp100.150
5. Amirul Muhlis: Rp150.150
6. Hamba Allah: Rp300.150
7. Hamba Allah: Rp1.500.150
8. Thohir Bawazir: Rp1.000.150
9. Hamba Allah: Rp100.150
10. Hamba Allah: Rp500.150
11. Hamba Allah: Rp100.150
12. Rudianto: Rp100.000
13. Hamba Allah: Rp1.000.150
14. Hamba Allah: Rp3.000.150
15. Hamba Allah: Rp100.150
16. Hamba Allah: Rp250.100
17. Hamba Allah: Rp400.000
18. Nisa': Rp600.000
19. Hamba Allah: Rp300.000
20. Hamba Allah: Rp100.150

Total: Rp10.202.400
Tampak samping kediaman keluarga Ana Wulan Lestari di Puncak Gunung Brojo, Purwantoro, Wonogiri
Tampak depan kediaman keluarga Ana Wulan Lestari di Puncak Gunung Brojo, Purwantoro, Wonogiri


Ki-Ka: Abah Wulan, Penanggung Jawab Porgram #DonasiSantri, Ketua Yayasan Islam At-Taqwa Nguter




#DonasiSantri
BANTU WULAN, OBATI GINJALNYA

Keinginan ananda Ana Wulan Lestari, gadis 12 tahun asal Wonogiri, untuk menjadi hafizah (wanita penghafal Quran) harus terhambat.

Belum genap lima bulan menempuh studi di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo, Wulan harus terkulai lemah karena mengidap penyakit serius.

Dulu, sakit di perut yang ia derita sedari SD hanya dianggap mules biasa. Kini, ia resmi divonis mengidap "Infeksi Ginjal" oleh rumah sakit terdekat di kampung asalnya.

Di tengah keterbatasan finansial, kini Wulan harus menjalani perawatan medis berupa cuci darah yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, kami menyeru kepada seluruh kaum Muslimin untuk mengulurkan tangan, membantu proses pengobatan Ana Wulan Lestari bersama PPTQ At-Taqwa Sukoharjo.

Anda bisa menyalurkannya secara langsung kepada keluarga Ana Wulan Lestari, dengan didampingi oleh PPTQ At-Taqwa, atau melalui transfer antarbank ke nomor rekening (BRI):

691301000654503
an.
Lukman Al Azhar, Lc
(Pengasuh PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

Contact Person: +6285647172180 (Irfan Nugroho)
=====================
Catatan:
Tambahkan "150" di tiga digit terakhir nominal transfer.

Contoh:
Nominal transfer Anda Rp.1.000.000; maka ketika menulis di ATM, tambahkan "150" di tiga digit terakhir ~> Rp.1.000.150.
=====================

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ،

"Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di Hari Kiamat.

"Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat," (HR Muslim).


Nguter, El-Taqwa.Com- Memasuki hari keempat libur semester gasal tahun ajaran 2015/2016, kantor Madrasah Ibtidaiah (MI) Plus At-Taqwa Nguter disatroni kawanan maling pada Kamis dini hari, 24 Desember 2015.

Hingga berita ini ditayangkan, lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Islam At-Taqwa Nguter ini disinyalir mengalami kerugian mencapai delapan juta rupiah akibat insiden tersebut.

"Kantor TU (Tata Usaha –red) MI At-Taqwa kecurian tadi malam,” ujar Hasan Mursiro kepala MI Plus At-Taqwa Nguter.

“Kerugian sekitar delapan juta dan sekarang sedang dilakukan olah TKP dari Kepolisian Sektor Nguter, imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap data foto yang diterima redaksi El-Taqwa.Com, ratusan dokumen siswa dan guru di kantor Tata Usaha MI At-Taqwa tampak berceceran tak keruan.

Pencuri sepertinya memang menargetkan uang yang disimpan di kantor tersebut. Ust Hasan  menuturkan bahwa ketika berita ini diterbitkan, memang hanya uang yang terlihat raib dari dalam kantor TU.

Syukur alhamdulillah, masih tersisa beberapa uang di dalam laci guru yang gagal dibuka oleh kawanan pencuri tersebut,” imbuhnya.

Insiden pencurian ini adalah satu dari sekian insiden pencurian serupa yang pernah dialami oleh MI At-Taqwa Nguter selama tahun 2015.

Di awal 2015 silam, satu insiden pencurian terjadi tepat ketika seluruh siswa di sekolah terfavorit di Kecamatan Nguter itu menjalankan ibadah salat Asar secara berjamaah.

Ust Tarwanto, yang dulu menjabat sebagai kepala sekolah, menuturkan bahwa satu set laptop dan uang tiga juta rupiah yang berada di dalam tasnya hilang ketika beliau menaruhnya di dalam kantor untuk ditinggal melaksanakan salat berjamaah.

Meski demikian, reputasi MI Plus At-Taqwa Nguter terus saja melesat tinggi.

Berdasarkan laporan akademik tahun ajaran 2014/2015, MI Plus At-Taqwa Nguter berhasil menjadi sekolah dengan nilai ujian akhir nasional tertinggi di tingkat SD/MI di Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Ketika banyak sekolah dasar negeri yang hampir tutup karena kekurangan peserta didik, MI Plus At-Taqwa Nguter justru kuwalahan menghadapi besarnya antusias masyarakat Nguter dan sekitarnya untuk menitipkan pendidikan anak-anak mereka di madrasah tersebut.

MI Plus At-Taqwa Nguter merupakan lembaga pendidikan bertipe madrasah ibtidaiah (setara Sekolah Dasar) yang menerapkan sistem full-day school di mana lama pendidikan di instansi tersebut dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan 16.00 setiap harinya.

Selain unggul di bidang pelajaran umum, MI Plus At-Taqwa Nguter juga terkenal jempolan dalam urusan pendidikan diniah (keagamaan).

Mulai tahun ajaran depan, MI Plus At-Taqwa akan membuka kelas tahfidz, di mana siswa yang memiliki kemampuan dan minat untuk menghafal Quran akan diakomodasi dan didukung semaksimal mungkin dengan target hafalan enam juz ketika lulus dari madrasah tersebut.(Irfan)


Sukoharjo, El-Taqwa.Com- Sempat diguyur hujan lebat selama kurang lebih dua jam pada Kamis, 9 Desember 2015, sungai kecil di samping lokasi Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) At-Taqwa (Putra) Sukoharjo meluap.

Meski sudah dibangun tanggul setinggi di bibir sungai, luberan air sungai ketika banjir tetap dirasa berbahaya bagi keselamatan dan kenyamanan proses thalabul ilmi para santri di PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo.

Meluapnya sungai tersebut tak hanya menjadi ancaman bagi PPTQ At-Taqwa, tetapi juga bagi warga sekitar di Desa Pengkol, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo.

Menurut kesaksian Bapak Gimin, warga lokal yang bertempat tinggal di bibir sungai dan berdampingan dengan pondok, sungai tersebut pernah meluap parah di akhir tahun 2014, hingga menggenangi rumah beliau setinggi satu meter.

“Ada sekitar ratusan rumah yang terkena banjir tahun lalu, Mas,” ujar beliau. “Baru di tahun kemarin sungai ini mengalami banjir. Pertama kali dalam sejarah! Sebelumnya belum pernah.”


Sebagai antisipasi ancaman banjir serupa, di tahun 2015 ini PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo telah mengalokasikan sebagian kas pondok dengan dibantu sedekah dan infak dari beberapa dermawan untuk membangun tanggul di bibir sungai.

Proses pembangunan tanggul dengan ukuran 3x27 meter itu sendiri sebenarnya telah selesai dua pekan yang lalu oleh tenaga ahli dengan dibantu oleh beberapa wali santri dan staf pengajar PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo.

Meski demikian, volume air sungai bisa saja meninggi dalam waktu yang relatif singkat, khususnya ketika hujan lebat.

Seperti yang terjadi pada Kamis (09/12/2015) lalu, tinggi aliran sungai hampir mencapai batas tertinggi tanggul sehingga membawa ancaman akan terjadinya longsoran tanah dari kawasan pondok.

Oleh karena itu, pengasuh PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo, Ust Lukman Alazhar, Lc, menghimbau kepada seluruh pembaca El-Taqwa.Com dan juga umat Islam semuanya untuk berpartisipasi dalam peninggian tanggul tersebut.

"Sebesar apapun dana yang disalurkan oleh para donatur, itu sangat berharga bagi kami," ujar beliau.

"Allah tidak menilai besar kecilnya jumlah sedekah, namun Allah menilai ketulusan dan pengorbanan orang yang bersedekah."

Donasi bisa disalurkan via transfer antarbank ke:

(BRI): 6913-01-018205-53-4
a/n PP Tahfizhul  Qur'an At-Taqwa

Konfirmasi: +6285647172180

Divisi Pondok Pesantren Yayasan At-Taqwa Nguter | Bidang Informasi & Penerbitan
=====================
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

Segala puji bagi Allah, yang selalu menepati janjiNya,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu," [QS. Muhammad: 7].


Segala puji bagi Allah yang menjanjikan bahwa, "Bersama kesulitan ada kemudahan," [QS Al-Insyirah: 06].


Proses pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an At-Taqwa Nguter-Sukoharjo terus berlanjut, dan alhamdulillah, hingga hari ini (01 Desember 2015) telah terjadi beberapa perkembangan seperti:


1. Pembangunan masjid di kompleks PPTQ At-Taqwa Nguter (Putra) seluas 15*12 meter persegi yang telah berlangsung kisaran 50%

2. Pembuatan tanggul sungai di kompleks PPTQ At-Taqwa Nguter (Putra)

3. Pembukaan lahan perluasan baru.


Alhamdulillah, lancarnya proses pembangunan ini tidak lain adalah berkat kemurahan Allah, yang menggerakkan hati para muhsinin, untuk menyokong pembangunan PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo.

Dengan ini, kami sampaikan kepada para muhsinin bahwa harta Anda tidak akan sia-sia selama niat Anda ikhlas karena Allah.

Sungguh, santri-santri di PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo merasa sangat terbantu dengan fasilitas yang Anda bangun dengan harta Anda.


Bagaimana akan sia-sia jika fasilitas Anda setiap harinya digunakan untuk:

1. Melantunkan dan menghafal Alquran, Kalamullah, sebaik-baik ucapan. Padahal setiap huruf dari Alquran itu dinilai 10 kebaikan. Berapa ribu huruf yang dibaca dan dihafal oleh para santri dalam sehari

2. Menimba ilmu, padahal orang yang keluar untuk menuntut ilmu dianggap seperti "jihad fi sabilillah"

3. Membentuk ukhuwah islamiyah dalam kehidupan berjamaah di pesantren, padahal ukhuwah islamiyah adalah wujud dari ketulusan iman, dan masih banyak lagi keutamaan yang lainnya.


Oleh karena itu, dengan ini kami mengundang para muhsinin untuk berkunjung ke PPTQ At-Taqwa Nguter-Sukoharjo dan melihat langsung proses  pembangunan di pesantren kami.

Kami menyeru kepada kaum muslimin semuanya untuk kembali bersiap-siap memberikan andil dalam pembangunan PPTQ At-Taqwa Nguter Tahap Ke-4 di lokasi perluasan pesantren baru yang mencakup:

1. Satu buah masjid
2. Tiga lokal asrama
3. Empat lokal kelas
4. Satu rumah pengampu pondok

Nantikan launching proposalnya...! Dan pastikan Anda ikut andil di dalamnya...!

Berikut kami lampirkan foto-foto perkembangan Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Nguter-Sukoharjo.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

Yayasan Islam At-Taqwa Nguter
Divisi Pondok Pesantren

Uwais Abdullah, Lc
www.el-taqwa.com
facebook.com/pptqattaqwa
Telegram.me/pptqattaqwa
+62 858-6779-1809

Lokasi perluasan pesantren baru

Proses pembangunan masjid di pondok putra

Proses pembangunan masjid di pondok putra


Pembangunan tanggul sungai di pondok putra

Tiga ruang kelas hasil Program Pembangunan PPTQ At-Taqwa Tahap III

Tiga ruang kelas hasil Program Pembangunan PPTQ At-Taqwa Tahap III

Diberdayakan oleh Blogger.