Adab santri di media sosial & tanggung jawab moral
Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ
إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidaklah
seseorang mengucapkan suatu kata kecuali di sisinya ada malaikat pengawas yang
selalu mencatat.” (QS. Qaf: 18)
Bukan hanya
ucapan, tapi juga ketikan dan postingan kita di media sosial akan kita
pertanggungjawabkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Berdasarkan hadits inilah kita wajib meninggalkan
perkataan yang buruk, dan juga tulisan atau ketikan yang kita unggah di media
sosial kita.
Jejak Digital dan Tanggung Jawab Moral Santri
Allah ﷻ berfirman:
وَوُضِعَ
الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ
“Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu kamu melihat
orang-orang berdosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya.” (QS. Al-Kahfi: 49)
Di dunia ada jejak digital, di akhirat ada jejak catatan amal.
Jika jejak digital kita adalah kebaikan dan mengispirasi oranglain untuk berbuat
baik, maka akan selamatlah kelak di akhirat, namun jika sebaliknya, maka akan
mengalami nasib sebagaimana yang Allah firmankan dalam ayat tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ
الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لَا يُلْقِي لَهَا
بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
)رواه البخاري(
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, ia
tidak menganggapnya penting, namun karena itu ia terjatuh ke dalam Jahannam.”
Demikian pula Satu postingan bisa menjadi sebab penyesalan panjang jika kita
tidak berhati-hati.
Menghindari Ghibah dan Debat Tidak Bermanfaat
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا
يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ
مَيْتًا
“Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain.
Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?” (QS. Al-Hujurat: 12)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَدْرُونَ
مَا الْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ
أَعْلَمُ قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ) رواه مسلم(
“Tahukah kalian apa itu ghibah?
Yaitu engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak suka.”
أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ
فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
“Aku akan menjamin rumah
di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar.”
Media Sosial: Sarana Dakwah, Bukan Pelampiasan Hawa Nafsu
Allah ﷻ berfirman:
ادْعُ
إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah Bersabda:
بَلِّغُوا
عَنِّي وَلَوْ آيَةً ) رواه البخاري(
“Sampaikan dariku walau satu ayat.”
Satu ayat, hadits atau nasehat yang diposting lalu dibaca dan diamalkan
orang lain bisa menjadi amal jariyah. Demikian juga postingan yang
menginspirasi keburukan akan menjadi dosa jariyah yang berat.
Menjaga Citra Sebagai Santri Tahfidz
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ
لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قِيلَ: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ
اللَّهِ؟ قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ) رواه أحمد(
“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.”
Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka?”
Beliau menjawab: “Ahlul Qur’an, merekalah keluarga Allah dan orang-orang
pilihan-Nya.”
(HR. Ahmad)
Begitu mulianya penghafal al-quran sampai-sampai nabi menyebutkan mereka
sebagai keluarga Allah.
Sebagaimana kita
menjaga akhlak. Adab dan etika diri sebagai ahlul qur`an di dunia nyata,
demikian juga hendaknya kita menjaganya saat bermedia sosial.
Perhatikan 6
hal ini dalam bermedia sosial:
- Posting dengan sopan
- Tidak ikut tren yang merusak
- Tidak membuka aurat
- Tidak berkata kasar
- Menjadi teladan
- Tidak memancing interaksi
dengan lawan jenis
Kemudian sebelum
memposting, tanyakan 5 hal berikut ini agar kita selamat:
- Apakah ini benar?
- Apakah ini bermanfaat?
- Apakah ini menyenangkan Allah?
- Apakah ini menjaga
kehormatanku?
- Apakah aku siap
mempertanggungjawabkannya di akhirat?
Mudah-mudahan
dengan perhatian kita yang seperti ini bisa menyelamatkan kita, baik di dunia
maupun di akhirat.
Demikian materi
ustadz Fatwan, ditunggu ringkasannya ya.....

0 Komentar