Filosofi Mendaki Gunung
9/17/2018 05:08:00 PM
✍Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
ุจََููู ูุจูู ุงููุงุฆุฒูู ุฌَุจَُู ุงََูููู، َูุฒُููุง ุจูู َูุฏِูู َููุฒูุชَ ุฎََููู، ูุงุทِْู َูุถَْู ู َْูุฒٍِู ุชَูุญَู ุจุงูููู .
“Antara dirimu dan orang-orang yang sukses ada gunung hawa nafsu. Mereka di depan gunung tersebut (setelah susah payah menaklukkannya), sedang dirimu masih di belakangnya. Maka beralihlah dari posisimu sekarang (dengan menaklukkan hawa nafsu), niscaya kamu bakal menyusul mereka.”
๐ Al-Fawaid: 50
┈┉❀๐๐ธ๐❀┉┈
๐ Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo:
๐ www.el-taqwa.com
๐ฒ @pptqattaqwa
┈┉❀๐๐ธ๐❀┉┈
Komentar
Silakan tinggalkan pertanyaan, masukan, atau doa terbaik Anda.
Posting Komentar