Filosofi Mendaki Gunung



✍Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

ุจَูŠู†َูƒ ูˆุจูŠู† ุงู„ูุงุฆุฒูŠู† ุฌَุจَู„ُ ุงู„ู‡َูˆَู‰، ู†َุฒู„ُูˆุง ุจูŠู† ูŠَุฏูŠู‡ِ ูˆู†َุฒู„ุชَ ุฎَู„ูَู‡، ูุงุทْูˆِ ูَุถْู„َ ู…َู†ْุฒِู„ٍ ุชَู„ุญَู‚ ุจุงู„ู‚ูˆู….

“Antara dirimu dan orang-orang yang sukses ada gunung hawa nafsu. Mereka di depan gunung tersebut (setelah susah payah menaklukkannya), sedang dirimu masih di belakangnya. Maka beralihlah dari posisimu sekarang (dengan menaklukkan hawa nafsu), niscaya kamu bakal menyusul mereka.”

๐Ÿ“š Al-Fawaid: 50
┈┉❀๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ❀┉┈
๐Ÿ Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo:
๐ŸŒ www.el-taqwa.com
๐Ÿ“ฒ @pptqattaqwa
┈┉❀๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ❀┉┈

Komentar

Silakan tinggalkan pertanyaan, masukan, atau doa terbaik Anda.

Chat Admin